Komikus Ardian Syaf Merasa Tindakannya Bentuk Cinta Terhadap Tuhan

Sang komikus tidak merasa bersalah dengan penautan yang ada di komiknya

Oleh
Ardian Syaf. Facebook.com/Ardian.Syaf

Dalam pengumuman yang ia sampaikan melalui akun pribadi Facebook, Ardian Syaf mengatakan kalau tindakannya merupakan bentuk cinta kepada Tuhan. "Dalam kesempatan terakhir, saya ingin memberi tahu arti sebenarnya dari nomor 212 dan QS 5:51. Itu adalah nomor dari KEADILAN. Itu adalah nomor dari CINTA. Cinta saya kepada kitab suci Quran. Cinta saya kepada nabi terakhir, sang Penyampai Pesan. Cinta saya kepada ALLAH, Tuhan satu-satunya. Permintaan maaf saya untuk segala keributan. Selamat tinggal, semoga Tuhan memberkati kalian semua. Saya cinta kalian semua."

Di awal keributan, Ardian Syaf sempat mengonfirmasi kalau ia memasukkan kedua angka tersebut sepulangnya dari aksi damai 212 yang berlangsung di Jakarta. Pria yang tinggal di Tulungagung, Jawa Timur tersebut datang untuk mendukung demonstrasi mendesak pemerintah menghakimi Gubernur Basuki Tjahaja Purnama yang diduga melakukan penistaan agama melalui penyebutan surat Al-Maidah ayat 51 ketika kampanye.

Dalam foto yang juga viral beredar, salah seorang penggemar bernama Jason sempat bertanya kepada Ardian melalui Facebook chat. Dari obrolan tersebut, Ardian mengatakan kalau dia tidak membenci sama sekali orang Yahudi ataupun umat Kristen. "Saya bekerja sama dengan mereka selama 10 tahun, banyak yang menjadi teman pula," begitu katanya.

Masih belum jelas apakah Ardian Syaf dihentikan pekerjaannya untuk komik X-Men Gold atau dari keseluruhan kerja sama bersama Marvel. Ardian sendiri dijadwalkan untuk menggambar isu satu sampai empat dan telah menyelesaikan tiga di antaranya. Ardian bukan satu-satunya penggambar untuk seri ini, setelah ia akan ada RB Silva dan Ken Lashley yang sudah dijadwalkan untuk mengambil alih. Isu kedua tetap akan dirilis 19 April.

Rolling Stone Indonesia sudah berusaha menghubungi Ardian Syaf dua kali. Pertama, melalui pesan kepada Facebook Fan Page-nya, namun kemudian akun profesional tersebut dihapus. Kedua, melalui pesan kepada akun Facebook pribadinya, namun tidak ada tanggapan.

Komentar keras yang dilayangkan oleh para penggemar dan media luar negeri merujuk pada fakta bahwa X-Men diciptakan oleh Stan Lee dan Jack Kirby, keduanya adalah Yahudi. Komik X-Men Gold ditulis oleh Marc Guggenheim, seorang Yahudi. Juga Kitty Pryde, karakter utama komik X-Men Gold juga digambarkan sebagai seorang Yahudi.

Ini sebenarnya bukan pertama kali Ardian Syaf memasukkan easter egg yang merupakan pernyataan politik di dalam komik. Ketika ia menggambar untuk Batgirl, ia sempat memasukkan potret kecil Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama yang sedang berkampanye untuk menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta pada 2012.

Easter egg dalam karya seni adalah sesuatu yang sudah umum. Tujuannya bisa dimaksudkan sebagai pesan politik, gaya personal, candaan internal ataupun fitur rahasia. Dalam film The Departed, Martin Scorsese meletakkan simbol X di dekat setiap karakter yang meninggal atau akan meninggal. Dalam komik Watchmen, Alan Moore membuat banyak halaman simetris, bukan hanya bentuk panel melainkan juga karakter dan ceritanya.

Di akhir Maret 2017, Marvel juga jadi sorotan karena pernyataan kontroversial dari wakil direktur bagian penjualan Marvel, David Gabriel. Dalam wawancara bersama situs ICv2, Gabriel mengatakan kalau penurunan penjualan komik Marvel diakibatkan oleh karakter-karakter perempuan ataupun yang menunjukkan perbedaan. "Apa yang kami dengar adalah para pembaca tidak menginginkan keragaman. Dari penjualan bisa dilihat kalau karakter di luar core Marvel mengalami kesulitan penjualan." Namun ia kemudian meralat dengan mengatakan kalau pernyataan tersebut didasari dari pernyataan candid beberapa penjual.

Editor's Pick

Add a Comment