Forever Chuck: Perayaan Semangat Muda

Chuck Taylor menatap masa lalu, masa sekarang dan masa depan

Oleh
Sepatu Converse terus menjadi favorit anak muda. Dok. Converse

Sepatu Chuck Taylor lekat dengan tiga hal: film, hip hop Los Angeles dan fashion. Ketiganya menjadi akar yang menjadikan sepatu ini dekat dengan anak muda. Untuk merayakannya, Chuck Taylor membuat serial video Forever Chuck yang mengeksplorasi ketiga scene tersebut.

Video yang diberi nama Forever Chuck Scenes ini menangkap kepercayaan diri dan semangat masa muda. Video ini disebar di berbagai platform digital yang relevan dengan anak muda di era sekarang seperti Instagram Stories dan Snapchat.

Forever Chuck Scenes disutradarai oleh Karim Huu Do. Film, hip hop Los Angeles dan fashion masing-masing mendapatkan fokus di video tersendiri. Episode pertama "Chucks on Film" melihat lagi bagaimana Chuck Taylor ditampilkan di layar lebar. Aktris muda Millie Bobby Brown menarasikan video ini dan mempersembahkan kompilasi simbolis dari para bintang film yang memakai sepatu ikonis tersebut di televisi dan film. Video ini memperlihatkan bagaimana semangat anak muda disimbolkan melalui sepatu Chuck Taylor yang dipakai.

Di episode kedua, Forever Chuck Scenes merayakan budaya Los Angeles melalui video berjudul "Chucks and LA Culture". Video ini dipandu oleh rapper West Coast Vince Staples, ia membawa cerita nyata tentang perkembangkan budaya urban di Los Angeles dan bagaimana Chuck Taylor berpengaruh kepada gaya jalanan dan musik hip hop.

Rapper Vince Staples bersama salah satu pendiri Born x Raised, Spanto. (Dok. Converse)

Di episode final, model internasional Winnie Harlow menjadi pemandu dengan membawa kisah dua kanal fashion terbesar dunia, London dan Paris, dan bagaimana pengaruh ikonis Chuck Taylor di industri mode global. Harlow langsung membawa penonton ke garis depan pergerakan fashion yang sedang tren di London dan Paris. Video ini juga diisi oleh cameo dari para orang-orang berpengaruh di industri fashion yang memakai Chuck Taylor sebagai bagian dari gayanya seperti Last Night in Paris, Reijie Snow, Gucci Gang sampai Sarah Andelman (Colette).

Model Winnie Harlow (tengah) memandu video yang menunjukkan pengaruh Converse di industri mode global. (Dok. Converse)

Bukan hanya video, Chuck Taylor juga membuat Forever Chuck Look Book yang terinspirasi dari Chuck Family: Chuck Taylor, Chuck Taylor 70s, Chuck II, dan Chuck Modern. Dibagi ke empat babak penting sejarah Converse hingga kini, look book ini merekam perjalanan Converse dari berbagai masa budaya anak muda dan mengeksplorasi gaya ikonis Chuck Taylor menjadi warna kekinian.

Look book yang terdiri dari 3 sampai 8 foto, gif dan grafis ini juga memamerkan video behind the scene para stylist yang mempersiapkan bintang-bintangnya untuk pemotretan dan pemotretannya sendiri. Keempat look book tersebut adalah "Chuck Core: The Beginning", "Throwback", "The Sequel", dan "The Evolution".

"Chuck Core: The Beginning" menampilkan gaya fashion di era '80-an yang dimodernisasi. Selebriti Instagram Sabrina Fuentes dan prodigy dunia seni Steve Savoca menjadi model untuk look book ini. Sedangkan "Throwback" membawa elemen fashion era '70-an dengan paduan yang lebih modern dan segar. Di look book ini ditampilkan pula sneaker All Star Chuck "70 yang dibuat ulang untuk merayakan Chuck Taylor All Star dari era '70-an. Aktris Yara Shahidi dan aktivis anti-bully Salem Mitchell menjadi model untuk pemotretan ini.

"The Sequel" berfokus pada Chuck II – modifikasi desain pertama untuk All Star setelah hampir 100 tahun. Foto-foto di look book memberi gambaran tentang gaya modern di masa lalu. Sedangkan "The Evolution" menampilkan terobosan terbaru dari Chuck Taylor dengan bentuk baru, siluet dan tekstur yang memberi gambaran tentang masa depan sepatu ini dan apa yang bisa ditawarkan untuk gaya Chuck Taylor ke depannya.

Forever Chuck merayakan Chuck Taylor yang merupakan bagian penting dari kehidupan anak muda. Baik di masa lalu, sekarang ataupun masa depan. Bukan hanya sekadar memori bagi satu generasi, tapi juga warisan penting bagi dunia fashion, film, dan budaya pop.

Editor's Pick

Add a Comment