'Quadrophenia', 'Trainspotting', 'This Is England': Berkisah Melalui Ekspresi Berbusana

Powered by Go Ahead Challenge

Oleh
Kawanan Skinhead di film 'This Is England'. Warp Films

Salah satu fungsi dari ekspresi berbusana adalah menjadi medium dalam menyampaikan gagasan hingga identitas dari para penggunanya. Dari zaman ke zaman banyak karya film yang mencoba mengalirkan jalan ceritanya melalui fungsi ini, di mana tiga di antaranya yang terbaik adalah Quadrophenia (1979), Trainspotting (1996), dan This Is England (2007).

Quadrophenia bercerita tentang kehidupan seorang mod muda bernama Jimmy Cooper (diperankan oleh Phil Daniels) di era 1964. Di dalam hidupnya Jimmy bersenang-senang dengan memacu scooter-nya di jalanan, menenggak amphetamine, menghadiri pesta rumahan, hingga menjadi penonton setia program musik di televisi bernama Ready Steady Go!

Jimmy Cooper di salah satu adegan Quadrophenia. (Foto: The Who Films)

Meskipun kelas ekonomi Jimmy berada di tingkat menengah ke bawah, sehari-hari ia selalu berusaha tampil necis. Jimmy memiliki gaya rambut yang rapi, kerap mengenakan jas dengan kualitas bahan yang baik, celana jin/bahan yang memiliki potongan sesuai ukuran kaki, juga boat shoes yang cenderung berwarna gelap. Hasrat ekspresi berbusana Jimmy sebagai mod dapat ia penuhi berkat upah pekerjaannya sebagai pengantar surat di sebuah perusahaan.

Suatu hari Jimmy bersama teman-teman mods-nya mengalami bentrok dengan para rockers – pengendara motor besar, rival abadi mods – di jalanan Brighton. Adegan ini merupakan salah satu yang terbaik dari Quadrophenia. Dan penonton dapat melihat jelas perbedaan identitas dari kedua gerombolan hanya melalui busana yang mereka kenakan.

Di Trainspotting, sutradara Danny Boyle berhasil memberikan ekspresi berbusana yang memikat dari para pecandu narkotika. Film ini berkisah tentang perjuangan bertahan hidup dari Mark "Rent Boy" Renton (Ewan McGregor), Daniel "Spud" Murphy (Ewen Bremner), Simon "Sick Boy" Williamson (Jonny Lee Miller), Thomas "Tommy" MacKenzie (Kevin McKidd), dan Francis "Franco" Begbie (Robert Carlyle).

Ki-ka: Simon 'Sickboy' Williamson, Francis 'Franco' Begbie, Mark 'Rent Boy' Renton, Daniel 'Spud' Murphy. (Foto: Channel Four Films)

Kawanan ini memiliki ekspresi berbusana yang berkarakter di mana dua contohnya adalah Rent Boy dan Spud. Rent Boy yang memiliki sikap acuh tak acuh kepada dirinya sendiri, sering kali hanya menggunakan kaos ukuran kecil yang panjangnya tak mampu menutupi pusarnya. Celana jin Rent Boy yang super ketat menumpuk di kawasan pergelangan kaki karena tingginya sneaker­ kotor yang ia gunakan.

Sedangkan Spud yang menghibur dan memiliki pikiran terbuka di dalam komplotan ini, mengekspresikan dirinya lewat busana yang unik. Ia sering mengenakan kacamata dengan lensa berwarna kuning pucat. Rambutnya yang pirang memiliki gaya cepak namun tak ditata dengan teratur. Tubuhnya yang besar dilindungi oleh kemeja bermotif dan dilapisi jas yang lusuh. Lewat ekspresi berbusana yang berkarakter ini, Trainspotting menjadi salah satu film yang cukup sukses menggambarkan peradaban dari sebuah budaya populer.

Kemudian fungsi ekspresi berbusana juga begitu kentara di dalam jalan cerita This Is England. Film ini bercerita tentang seorang pemuda bernama Shaun Fields (Thomas Turgoose) yang tidak nyaman dengan lingkungan hidupnya. Namun di suatu hari, kehadiran Shaun ternyata malah diterima dengan baik oleh kawanan skinhead yang dipimpin oleh pria bernama Woody (Joseph Gilgun). Demi melebur dengan kawanan ini, Shaun langsung membotakkan rambutnya, membeli boots khusus anak kecil, juga mengenakan kemeja kotak-kotak lengkap dengan suspender demi menahan celana jin yang lingkaran kakinya tak berlebihan.

Adegan Shaun Fields ketika rambutnya dipangkas oleh skinhead girls. (Foto: Warp Films)

Shaun yang merasa sudah menemukan jati diri berkat menggunakan atribut-atribut tersebut, tiba-tiba mengalami gejolak pikiran setelah ia bertemu dengan teman lama Woody bernama Combo (Stephen Graham). Pertemuan keduanya menyadarkan Shaun bahwa gaya berbusana yang sama-sama mereka kenakan bukan hanya untuk terlihat keren ataupun demi mendapatkan perhatian dari lawan jenis. Lebih dari itu ekspresi berbusana ala skinhead memiliki gagasan di baliknya yang sebagaimana di film ini, Combo menanamkannya ke dalam pikiran Shaun agar menjadi seorang yang nasionalis.

Ekspresi berbusana dari para karakter di film Quadrophenia, Trainspotting, dan This Is England dapat menjadi inspirasi berpakaian masyarakat di masa sekarang. Secara tidak langsung film-film ini mengajarkan Go Ahead People untuk berani mengekspresikan diri lewat busana. Tidak hanya sekadar mengenakannya, tetapi Go Ahead People juga dapat mengekspresikannya dengan membangun local brand yang memiliki tema dan gagasan kuat. Kunjungi situs GoAheadPeople.id dan submit foto outfit of the day kalian sebagai bentuk ekspresi berbusana. Dalam setiap dua pekan sekali bakal ada hadiah satu buah kamera mirrorless untuk best submission.

Editor's Pick

Add a Comment