Sutradara 'Hail Hail Rock 'n' Roll' Mengenang 'Kekejaman' Chuck Berry

"Chuck sangatlah rumit ketimbang bintang film manapun yang pernah bekerja sama dengan saya," tulis Taylor Hackford, "tapi di saat bersamaan saya sungguh menyayanginya"

Oleh
Chuck Berry di tahun 1973. NBC Television

Sutradara Taylor Hackford, yang menyutradarai film dokumenter klasik Chuck Berry rilisan 1987, Hail! Hail! Rock "n" Roll menulis artikel penghormatannya atas Berry menyusul kematian sang legenda pada Sabtu (18/3) lalu.

"Dia adalah figur terpenting dalam rock 'n' roll. Setiap orang yang bermain rock 'n' roll memulainya dengan memainkan lagu-lagu Chuck Berry, " tulis Hackford melalui Hollywood Reporter.

Dalam ingatannya itu, Hackford mengenang "kesulitan" saat melakukan pengambilan gambar untuk Hail! Hail! Rock "n" Roll dan bagaimana Berry seringkali bersekongkol untuk menentang dokumenternya sendiri.

"(Bekerja) dengan Chuck lebih rumit daripada dengan bintang film manapun yang pernah bekerja sama dengan saya," tulis Hackford. " Lebih rumit, lebih sulit, lebih kejam. Kejam dalam artian yang sesuai (saat itu). Di saat yang sama, saya sungguh-sungguh menyanyanginya."

Hackford pun menegaskan kembali kisah tentang bagaimana – meski Universal memberi Berry 500.000 dollar AS untuk hak cipta atas musiknya dalam dokumenter itu – sang gitaris menolak mengambil bagian di hari pertama shooting kecuali produser secara langsung datang dengan membawa lebih banyak uang, yang mesti diserahkan ke dirinya dalam tas cokelat.

"Saya menyayangi Chuck Berry, namun setiap hari adalah sebuah negosiasi. Tidak berlebihan untuk mengatakan dia adalah bintang yang paling sulit yang pernah saya kenal, dibandingkan dengan siapapun yang rumit dan berbakat yang pernah saya temui. Dia membiarkan saya masuk ke dalam hidupnya – semakin dalam di suatu titik," tambah Hackford.

Sang sutradara belakangan turut menggarap film tentang legenda musik lainnya, yakni biopik Ray Charles, Ray.

Para personel The Rolling Stones Mick Jagger, Keith Richards, dan Ronnie Wood, Brian Wilson dari The Beach Boys dan Ringo Starr dari The Beatles adalah nama-nama yang memberi penghormatan kepada Berry menyusul kematiannya pada Sabtu lalu.

"Chuck Berry mempertegas gitar rock "n roll, dia adalah seorang penampil yang hebat, tapi yang lebih penting, dia adalah pencipta lagu rock "n roll hebat pertama," tambah Hackford. "Semuanya – The Rolling Stones, The Beatles, Bob Dylan, Prince – mereka semua bilang jika mereka tidak mungkin ada di posisi sekarang tanpa kehadiran Chuck Berry. Dan dia melakukannya lagi dan lagi."

Di hari Minggu, Hackford juga mengenang Berry dalam sebuah pernyataan :

"Chuck Berry merupakan kekuatan kreatif yang terhebat dalam kelahiran Rock & Roll – itu faktanya. Itulah mengapa kami semua datang bersama pada 1986 untuk merayakannya di film saya, Hail, Hail, Rock & Roll : Keith Richards (pengarah musik), Eric Clapton, Robert Gray, Linda Ronstadt, Julian Lennon, Etta James, Robbie Robertson, dan Bruce Springteen. Namun Chuck itu rumit - faktanya, dia adalah "bintang film" yang tersulit yang pernah bekerja sama denganku. Rasanya seperti mencoba mengendarai seekor Brahma Bull – Anda bisa mengendarainya, namun dia akan melawan Anda. Keith Richards dan saya segera mempelajarinya bahwa kamu harus mendampinginya, jika kami menginginkan apapun untuk tampil di layar. Tapi tetap saja, saya menyayangi Chuck, karena dia adalah real deal, seorang jenius asli yang menciptakan bentuk seni Amerika yang sesungguhnya – itulah mengapa dia sangat sulit sekali. Tidak hanya karena dia menemukan lick gitar paling terkenal dalam sejarah Rock & Roll, dia bahkan bisa bernyanyi secara total dengan semua gaya unik dari Blues, ke Country, sampai Jazz. (Seorang kawan berkata pada saya bahwa pertama kali dirinya mendengar Memphis di radio, dia pikir Chuck Berry adalah seorang penyanyi country berkulit putih.) Namun apa yang membuat Chuck adalah yang terhebat dari semua seniman Rock & Roll tahun 50-an yang pernah ada adalah bakatnya sebagai pencipta lagu – komposisinya jauh diatas apapun yang pernah ditulis dalam dekade itu. Tentunya, saya bukan yang pertama mengatakan – John Lennon, Jagger & Richards, Bob Dylan semuanya mengatakan mereka tidak akan di sini tanpa CB. Beberapa tahun lalu Prince pun berkata hal yang sama. Apa yang membuat saya bahagia adalah kita semua masih bisa menangkap Chuck ketika dia masih memiliki pistonnya untuk ditembakkan – sebuah kiasan otomatis yang sempurna, karena tak satupun dapat menciptakan sebuah lagu tentang kecintaan Amerika kepada mobil lebih dari Chuck – atau sebuah lagu tentang keseksian gadis 16 tahun, atau lagu cinta tentang Havana Moon."

Editor's Pick

Related

Most Viewed

  1. Band Muda dari Potlot, Rachun, Siap Merilis Album Pendek
  2. Rayakan 23 Tahun, Gigi Siarkan Live Streaming Via Situs Resmi
  3. HURT’EM, Menggerinda Hingga Tingkat Paling Ekstrem
  4. Deadsquad, Seringai, Koil, Noxa, Hingga Getah Siap Gempur Jakarta Rockulture 2017
  5. Setelah Tujuh Tahun, Danzig Siap Melepas Album Baru

Add a Comment