Rayakan Hari Musik Nasional, Presiden Jokowi Setuju Musik Indonesia Diputar Seharian di Radio, TV, Mal, Kafe

Akan segera ditindaklanjuti dalam bentuk Peraturan Presiden atau Keputusan Presiden nantinya

Oleh
Titiek Puspa bersenda gurau bersama Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta saat merayakan Hari Musik Nasional. Humas/Setkab/Agung

Orang nomor satu di Indonesia, Presiden Joko Widodo, baru saja merayakan Hari Musik Nasional yang jatuh pada Kamis (9/3) ini di Istana Negara, Jakarta. Presiden ketujuh Indonesia yang kerap disapa Jokowi tersebut, merayakan Hari Musik Nasional bersama sejumlah musisi ternama seperti Titiek Puspa, Koes Hendratmo, Bimbo, Vina Panduwinata, Ariel "Noah", Raisa, hingga Tulus. Hadir pula Ketua Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI), Tantowi Yahya yang sekaligus menyelenggarakan Pembukaan Musyawarah Nasional VII PAPPRI.

Seperti dikutip dari situs resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, pada pertemuan itu Tantowi memberi usulan kepada Presiden Jokowi bahwa untuk perayaan Hari Musik Nasional di tahun-tahun berikutnya, lembaga penyiaran baik radio ataupun televisi diharuskan memutar secara khusus lagu-lagu Indonesia dan daerah.

"Saya setuju, enggak tahu ini dibuatin Perpres (Peraturan Presiden) atau Keppres (Keputusan Presiden) agar pada Hari Musik Nasional, full dari pagi sampai tengah malam diputarkan di semua radio, TV, department store, kafe, rumah-rumah musik, mall, semuannya, enggak tahu lewat Keppres atau Perpres nanti, biar urusannya Pak Kepala Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif) Triawan Munaf," ujar Presiden Jokowi seperti dikutip dari setkab.go.id.

Di pertemuan tersebut, Presiden Jokowi juga membeberkan pengalamannya bertemu dengan Presiden Korea Selatan, Park Geun-Hye, perihal kesuksesan K-Pop di dunia musik dalam beberapa tahun belakangan. "Saya pernah bertanya ke Presiden Park, sebagaimana mereka menyiapkan manajemen promosinya, manajemen panggungnya, manajemen lighting-nya, manajemen penontonnya, memang rapi sekali. Saya tanya berapa tahun Korea Selatan menyiapkan K-Pop itu? Mereka menyampaikan ke saya, 13 tahun, baru bisa menjadikan K-Pop sebuah cara untuk berdiplomasi. Diplomasi dengan musik, diplomasi dengan budaya, bukan diplomasi dengan bertarung politik," ungkap Presiden Jokowi.

Sedangkan di kehidupan pribadi, Presiden Jokowi mengaku senang mendengarkan musik di setiap perjalanan dinasnya. "Setiap hari yang masuk di saya itu politik, ekonomi, yang terkadang membuat pusing di situ. Tapi begitu ketemu musik langsung fresh lagi," kata Jokowi. "Musik bisa membuat kita lebih optimis. Dan dengan musik kita bisa merayakan saat-saat berbahagia, menjadi pelipur lara atau saat pusing. Pada saat bersedih kita bisa dihibur oleh musik," tambahnya.

Editor's Pick

Related

Most Viewed

  1. SORE Merekam Ulang Lagu Grup Fariz RM dan Erwin Gutawa
  2. Mundur dari Payung Teduh, Is: “Saya Enggak Egois”
  3. Perpaduan Gairah Musik dan Skateboard di Volcom: Road to Cakrawala
  4. Yatra, Sebuah Perjalanan ke Nepal Sebelum Bencana
  5. Payung Teduh Memperkenalkan Single Terbaru, "Di Atas Meja"

Add a Comment