25 Momen Tidak Terlupakan David Bowie di Layar Kaca

Lima dekade bercahaya sang bintang rock serta klip-klip inovatif dari seniman video terakhir kancah rock

Oleh
David Bowie. (Adam Bielawski)

Tidak ada artis yang memanfaatkan video sekreatif David Bowie – aktor "gila" ini mendefinisikan ulang bagaimana cara menginterpretasi musik di depan kamera. Sebelum adanya MTV, ia melakukan usaha lebih daripada siapapun dalam hal video musik – dan mendorong batasannya sejauh yang mereka bisa. Ia menganggap karier filmnya lebih serius daripada penyanyi rock manapun dengan membangun sebuah karya sinematik yang unik. Perjalanannya selama 50 tahun dalam budaya pop membawanya ke televisi dan berbagai acara mulai dari talkshow pagi hingga festival-festival.

Setelah menghabiskan hidupnya di depan kamera, inilah 25 momen tidak terlupakan Bowie di layar kaca.

25. "Lazarus" (2016)

Sebuah video yang sangat menyentuh – bahkan sebelum kita tahu bahwa ini adalah ucapan selamat tinggalnya kepada dunia, ia telah berubah dalam banyak hal. Banyak sekali adegan yang sulit untuk dilupakan: Bowie di pesakitannya, dengan mata tertutup, menyanyi,"I've got scars that can't be seen"; Bowie menulis di mejanya, berusaha untuk tetap tegak. Bowie terhuyung-huyung di lantai dan mengunci dirinya di dalam sebuah lemari. "Lazarus" akan menjadi sebuah perpisahan yang menghantui kita dari seorang artis yang tidak hentinya mencari cara baru untuk mengejutkan dan menantang kita.

24. "The Stars (Are Out Tonight)" (2013)

Sebuah video kunci dalam kembalinya Bowie dengan album The Next Day. Setelah bertahun-tahun menghilang dari publik, ia kembali dengan berperan sebagai setengah dari pasangan pinggiran kota yang tenang, dengan "kembarannya", Tilda Swinton, yang berperan sebagai istrinya. Momen terbaik di video ini adalah saat Bowie menyentuh dinding dengan kloningannya di sisi satunya yang memainkan musik terlalu keras.

23. 'Zoolander' (2001)

Benar sekali – ini adalah sebuah pertarungan. Bowie, secara alamiah, menarik perhatian dalam film komedi klasik Ben Stiller - Owen Wilson ini. Saat model Derek Zoolander menantang saingannya, Hansel, untuk menyelesaikan perselisihan mereka di panggung dengan pertarungan, yang mereka butuhkan adalah juri yang handal. Tebak siapa yang tiba-tiba muncul sembari mengajukan diri? Mereka beruntung ia tidak ikut serta dalam pertarungan tersebut – karena tidak ada yang dapat menandingi Bowie.

22. "I'm Afraid of Americans" (1997)

Sebuah artefak menarik dari era paling rendah hati Bowie, dekade "90-an. Dia berperan sebagai seorang pria biasa yang berjalan-jalan di New York – kecuali bahwa ia dikejar-kejar ke seluruh kota oleh Trent Reznor dari Nine Inch Nails, yang memakai jaket tentara ala Taxi Driver dan belum mencuci rambutnya sejak The Downward Spiral. Sebuah penampilan yang benar-benar menakjubkan dari mereka berdua.

21. 'Labyrinth' (1986)

Percaya atau tidak, Bowie pernah diejek habis-habisan pada 1986 saat ia mengambil peran Goblin King dalam film anak-anak Jim Henson ini. Itu terlihat seperti penghinaan akhir. Namun Bowie-lah yang tertawa paling akhir, karena film "Labyrinth" menjadi "Yellow Submarine"nya – sebuah awal yang memperkenalkan Bowie pada generasi baru penggemar muda.

20. "Dancing in the Street" (1985)

Pertarungan dansa dengan Mick Jagger ini adalah salah satu momen teraneh dalam sejarah MTV. Mendobrak habis video dalam jubah tidur kebesaran mereka, dua jagoan rock & roll ini tanpa malu-malu langsung menantang satu sama lain, secara lucu memparodikan gerakan dansa masing-masing. (Oh, tangan-tangan jazz itu...) Saat fajar menjelang, mereka melakukan gerakan terakhir. Anggap saja mereka berdua seri.

19. "Blue Jean" (1984)

Sebuah drama sarat akan lelucon kasar yang dikutip dari film 21 menit Julien Temple, Jazzin' for Blue Jean. Bowie memainkan dua peran: seorang bintang rock bersinar dalam balutan celana harem dan seorang kutu buku dalam lautan penonton yang gadisnya amat sangat mencintai sang bintang rock tersebut. Untuk peran bassist Bowie: Richard Fairbrass, yang kemudian terkenal sebagai vokalis Right Said Fred dengan lagu mereka "I'm Too Sexy".

18. 'The Hunger' (1983)

Film vampirnya yang terkenal dengan Catherine Deneuve dan Susan Sarandon. (Ya, para wanita ini memang berciuman. Bagaimana Anda menebaknya?) Enam menit pertama adalah sorotan dari karier film Bowie yang jarang – ia dan Deneuve menjelajahi sebuah klub gotik ketika Bauhaus memainkan "Bela Lugosi's Dead," berkeliaran mencari gadis dewasa untuk mereka hisap. Stevie Nicks belakangan ini menyebut "The Hunger" sebagai momen favorit dari karier Bowie – "menyeramkan, aneh, namun luar biasa indah.

17. "China Girl" (1983)

Bowie telah menarik perhatian MTV dalam fase Let's Dance-nya, dengan sederet video yang disutradarai oleh David Mallet - yang paling mendebarkan, satir dari delusi dan bahaya obsesi seksual seperti yang satu ini. Aktris Geeling Ng bermain sebagai obyek kenikmatan yang hanya dapat dilihat oleh Bowie saat memakai topengnya. Puncaknya adalah saat adegan seks di pantai – tentu saja disensor oleh MTV, yang tidak peduli untuk menampilkan bokong Bowie, entah ini berkah Tuhan atau tidak.

16. "Ashes to Ashes" (1980)

Salah satu film paling horor tahun "80-an, slideshow empat menit yang terdiri atas identitas-identitas yang terpecah: Bowie yang sedang duduk di pantai dengan kostum badutnya, terkunci dalam sebuah sel berbantal, terikat pada kursi dokter gigi, dan terantai dalam sebuah tangki kolam ikan. Pierrot Bowie berbaris di depan sebuah bulldozer dengan makhluk berjubah hitam yang diambil dari adegan London's New Romantic – termasuk penyanyi Visage, Steve Strange.

15. "The Man Who Sold the World" dalam 'Saturday Night Live' (1979)

Bowie seakan menetapkan standar untuk para musisi yang tampil dalam SNL, bergabung dengan artis pertunjukkan Klaus Nomi dan Joey Arias untuk gerakan-gerakan gila yang meliputi marionettes, drag, anjing mainan, kostum Dada – dan Bowie, sang boneka, digerakkan oleh para penyanyi latar.

14. "Heroes" dalam 'Musikladen' (1978)

Tiap kali Bowie menyanyikan lagu "Heroes" merupakan saat-saat yang spesial – namun tidak lebih dari versi untuk acara TV Jerman, Musikladen, yang direkam di depan penonton dalam sebuah studio kecil di Bremen ini. Penampilan selama 40 menit ini adalah Bowie era Berlin yang sedang mencapai puncak karier.

13. "Stay" dalam 'Dinah!' (1976)

Ini adalah saat kembalinya sang Thin White Duke – Bowie tidak pernah berdansa sebaik ini sebelumnya, memamerkan apa yang ia punya untuk lagu "Stay" dalam pakaian biru elektrik dan memberikan sebuah preview band funk barunya yang mencengangkan bagi para ibu rumah tangga di Amerika dalam acara talk show Dinah Shore. Dia juga sangat mempesona saat wawancara, bahkan saat di mana ia mendapat pelajaran karate. Dua tamu lain Shore pada pagi itu – bintang TV 1970an, Nancy Walker dan Henry Winkler – memberi Bowie kesempatan untuk berbicara dengan sopan, "Saya adalah penggemar berat Fonzie."

12. 'The Man Who Fell to Earth' (1976)

Perannya dalam film yang paling terkenal– terinspirasi saat sutradara Nicolas Roeg melihat film dokumenter Cracked Actor di TV dan sadar bahwa ia telah menemukan pria yang cocok untuk memerankan orang Mars yang terdampar di Amerika. "Satu-satunya ingatan yang saya miliki dari film tersebut adalah bahwa saya tidak perlu berakting," kata Bowie pada 1993. "Saya tidak merasa ada di Bumi pada saat itu."

11. "Golden Years" dalam 'Soul Train' (1975)

Benar-benar terlihat seperti sebuah sejarah – orang kulit putih diundang ke Soul Train. Awalnya Bowie bergumam menunduk ke lantai hingga Don Cornelius yang terlihat khawatir berkata, "OK, David, sepertinya kita harus tetap lanjut." Lalu ia mulai menyanyikan "Golden Years," meskipun ia tidak dapat mengingat kata-katanya. "Saya tidak repot-repot mempelajarinya," kata Bowie.

10. "Young Americans" dalam 'Cher' (1975)

Dua dari diva tahun "70-an ini bertemu dalam sebuah duet televisi di variety show Cher – mungkin momen paling aneh dalam karier mereka masing-masing. Mereka membawakan "Young Americans" yang kemudian menyimpang menjadi medley lagu lama, dengan Bowie yang berlutut untuk mengiringi Cher dengan lagu doo-wop klasik the Chantels, "Maybe." David tidak terlihat sehat di sini namun ini tetap brilian.

9. 'Cracked Actor' (1975)

Film dokumenter BBC Alan Yentob saat tur di Amerika ini cukup mengagetkan karena adanya foto candid seorang artis yang terlihat tersesat di kegilaan bisnis pertunjukkan. Adegan yang cukup sulit dilupakan adalah saat Bowie duduk di bagian belakang limosinnya, berjalan melalui gurun sahara sambil menyanyikan Aretha Franklin di radio sambil menenggak susu dari karton. "Ada seekor lalat mengambang dalam susu saya," kata Bowie. "Itulah yang saya rasakan [di Amerika]: seorang yang asing, dan saya tidak dapat melakukan apa-apa kecuali menelannya."

8. "Footstompin'" dalam 'The Dick Cavett Show' (1974)

Bowie yang terlihat aneh mengunjungi talk show tersebut untuk memperkenalkan band soulnya yang baru. Ia juga duduk sembari berbicara, mengendus, memutar tongkatnya dan berbicara panjang lebar pada sang pembawa acara yang ketakutan. Dia menghidupkan kembali lagu R&B lama "Footstompin'"dengan cameo dance dari Ava Cherry, pacarnya – meskipun ia terlihat seperti merawat kebugaran untuk seorang pria dalam kondisi seperti Bowie.

7. "I Got You Babe" dalam 'The 1980 Floor Show' (1973)

Bowie benar-benar mempertunjukkan sebuah penampilan spektakuler untuk siaran spesial American TV, The 1980 Floor Show. Ia memakai korset merah vinil dengan bulu-bulu hitam untuk menyanyikan duet Sonny dan Cher dengan Marianne Faithfull yang berpakaian sebagai seorang suster. Seperti dikatakan Bowie, "Karena latar belakang biarawatinya, saya rasa Marianne akan sangat luar biasa memainkan perannya, mempertunjukkan bokongnya yang menakjubkan." Sayangnya, TV Amerika belum siap untuk memperlihatkan sekilas tampak belakang Sister Faithfull.

6. "Life on Mars?" (1973)

Video Mick Rock yang lain, diselesaikan saat balada tahun 1971 ini menjadi hit di Inggris. Bowie tidak membutuhkan properti atau band apapun: Spaceboy bermata sedih ini tampil sendiri di layar putih dalam sebuah jas turquoise panjang, lipstik merah, dan banyak sekali eye shadow biru. Warnanya seakan berubah dengan musiknya yang menjadi semakin sedih.



Related

Most Viewed

  1. Konser Lima Dewa Gitar Dunia di Jakarta
  2. Meluncurkan Album Debut, Mooner Gelar Acara ‘NasiPadangEveryday’
  3. Eks-Drummer Dewa 19 Memperkuat Duo Math Rock, Direct Action
  4. Bergabung dengan Orange Cliff Records, Helmproyek Rilis Album Mini
  5. Penampilan Danilla dan Stars and Rabbit di Authenticity

Editor's Pick

Add a Comment