Moby Menolak Tawaran Tampil di Malam Pelantikan Donald Trump

Musisi, yang menyebut Trump "sosiopat yang sesungguhnya" membuat kemungkinan playlist yang diisi musik protes untuk malam pelantikan

Oleh
Moby. Uncensored Interview

Moby, yang menyebut Donald Trump sebagai 'sosiopat yang sesungguhnya' dalam artikel opini yang ia tulis untuk Rolling Stone pada November tahun lalu, telah menolak sebuah tawaran untuk menjadi DJ di salah satu malam pelantikan Trump.

Ia mengungkapkan melalui Instagram pada Senin (9/1) bahwa seorang booking agent belakangan mendekatinya untuk mencari kemungkinan apakah musisi elektronik ini akan bersedia untuk menyajikan musik dalam acara pelantikan, walaupun sebenarnya Moby diketahui mendukung Hillary Clinton dan membenci Trump.

"Hahahahaha, saya baru saja ditanya oleh seorang booking agent jika saya dapat mempertimbangkan untuk tampil di salah satu malam pelantikan untuk #trump.....," Moby menulis. 'Hahahahaha ', tunggu, hahahaha, benarkah? Saya rasa saya akan tampil di malam pelantikan jika sebagai bayarannya, #trump menelurkan kebijakan tax returns..... Jadi #trump apa pendapatmu, saya tampil untuk Anda dan Anda menelurkan tax retuns Anda?

Menyesuaikan dengan suasana dari tawaran yang sulit dipercaya, Billboard kemudian meminta Moby untuk membuat sebuah daftar putar (playlist) jika ia tampil di malam pelantikan tersebut, di mana Moby malah memilih lagu-lagu protes seperti "Ohio" dari Neil Young, "Fight the Power" dari Public Enemy, "Masters of War dari Bob Dylan dan "We Shall Overcome" milik Pete Seeger.

Tim pelantikan Trump mendapat kesulitan untuk mendatangkan artis-artis papan atas untuk acara pelantikan yang akan diselenggarakan pada 20 Januari mendatang, dengan hanya The Rockettes (dengan menyesal), The Mormon Tabernacle Church Choir (juga ogah-ogahan), Big & Rich dan penyanyi America's Got Talent Jackie Evancho yang mengkonfirmasikan dirinya untuk tampil di pelantikan.

Pada November silam, sehari sebelum Pemilihan Umum, Moby telah memperingatkan melalui artikel opini di Rolling Stone, "(Kepresidenan Trump akan) mati dengan 1.000 potongan dukungan anggota Partai Republik. Hal itu pada dasarnya memberikan NRA kemampuan untuk membuat kebijakan senjata api. Hal itu memberikan industri minyak dan batubara kemampuan untuk membuat kebijakan energi. Hal itu memberikan kunci pada orang-orang yang ingin mempercepat langkah-langkah kebijakan yang hanya - sekali lagi, saya mencoba diplomatis, tetapi mereka mempercepat langkah-langkah kebijakan untuk melindungi kepentingan perusahaan atau melindungi kepentingan pribadi mereka tetapi menjadi sebuah kerugian yang mengerikan bagi negara kita." (ims/wnz)

Dari awal kariernya sebagai DJ hingga keluarnya ''Animal Rights',' ini adalah hal-hal yang bisa kita pelajari dari memoar Moby ini. Tonton di sini.

Editor's Pick

Related

Most Viewed

  1. Java Jazz Festival 2017 Umumkan Nyaris Seluruh Artis Penampil
  2. Yosep Anggi Noen
  3. Bahkan Musisi Pro-Donald Trump Tidak Ingin Tampil di Pelantikannya
  4. One OK Rock Resmi Rilis Album Baru, 'Ambitions'
  5. Ambil Jalur Independen, Andra and the Backbone Rilis Single Baru

Add a Comment