‘Istirahatlah Kata-Kata’ adalah Pengingat Bahwa Kasus Hilangnya Wiji Thukul Belum Tuntas

Film ini akan mulai diputar untuk publik pada 19 Januari 2017

Oleh
Kanan ke Kiri: Wilson Obrigados, Raharjo Waluyo Jati, Fitri Nganthi Wani. Limaenam Films

Keluarga dan para sahabat Wiji Thukul berkumpul di Tjikini 17, Cikini, Jakarta Pusat pada Minggu (8/1) lalu untuk mempromosikan film Istirahatlah Kata-Kata. Film yang mengisahkan Wiji Thukul di masa pelariannya tersebut rencananya akan diputar di bioskop nasional mulai 19 Januari mendatang.

Para pembicara dalam konferensi pers tersebut adalah Wahyu Susilo (adik Wiji Thukul), Fitri Nganthi Wani (anak Wiji Thukul), Wilson Obrigados (sejarawan), Mugiyanto (salah satu korban penculikan 1998), Raharjo Waluyo Jati (korban penculikan 1998), dan Nezar Patria (aktivis). Juga turut hadir sang sutradara sekaligus penulis skenario film ini, Yosep Anggi Noen.

Istirahatlah Kata-Kata memotret sisi paling elementer dari seorang manusia, saat kehilangan hak-hak asasinya demi membuka ruang demokrasi. Wiji Thukul tak bisa bertemu keluarga selama berbulan-bulan dan terus diburu kemana-mana. Kebebasan berekspresi dikekang hingga harus menempuh perjalanan berbahaya, sunyi, dan penuh ketegangan dan penderitaan.

Potret kehidupannya dalam masa pelarian di Pontianak menjadi fokus utama film. Menurut Yosep, "Periode yang diceritakan dalam film adalah setelah 27 Juli 1996. Saat Wiji resmi dinyatakan sebagai buron." Ia menambahkan, "Kami memilih masa itu karena ada persoalan emosional yang kompleks."

Wilson Obrigados menekankan, "Film ini mengingatkan bahwa ada persoalan Wiji Thukul dan orang hilang lainnya belum tuntas. Ini adalah bagian pengingat. Sebelumnya kita bikin mural, menyebar puisi." Wahyu kemudian menambahkan, "Negara kita masih ada hutang sejarah. Maka kami keluarga mendukung film ini."

Penghilangan Wiji Thukul dianggap keluarga sebagai sesuatu yang tidak wajar. Perjalanan untuk memperoleh kejelasan sudah lama dilakukan. Presiden Indonesia Joko Widodo dianggap sebagai sosok kunci yang bisa membantu. Apalagi beliau sejak masih jadi Walikota Solo memberikan dukungannya berupa pertemuan dengan keluarga hingga beberapa kali.

Pihak keluarga Wiji Thukul secara khusus akan meminta Presiden Joko Widodo untuk ikut menyaksikan film ini. Rencananya pada Selasa (10/1) esok mereka akan bertandang ke Istana Negara untuk menyampaikan undangan tersebut.

Secara umum, film Istirahatlah Kata-Kata akan diputar serentak di delapan kota. Penayangan ini merupakan yang kedua kalinya di Indonesia setelah sebelumnya dimainkan di Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2016. (wnz)

Editor's Pick

Add a Comment