Single Terbaru Andien Didedikasikan Untuk Anaknya

Juga merupakan pertanda metamorfosis hidupnya

Oleh
Nikita Dompas dan Andien di peluncuran lagu "Belahan Jantungku" Ivan Makhsara

Pada Hari Ibu (22/12), Andien merilis lagu terbaru yang didedikasikan untuk anaknya. Diberi judul "Belahan Jantungku", lagu ini merupakan suatu bentuk hadiah penyambut kelahiran anak pertamanya. Lagu tersebut sudah bisa didengar melalui berbagai layanan musik streaming.

Lagu "Belahan Jantungku" menceritakan tentang proses perubahan dalam kehidupannya, mulai dari menjadi perempuan dewasa, menjadi seorang istri, dan segera menjadi seorang ibu. Lagu ini diciptakan oleh sesama penyanyi, Tulus. Bukan sekadar menulis lagu, Tulus juga ikut mengarahkan vokal dalam proses rekaman dan menyumbangkan idenya dalam pembuatan aransemen musik. Musisi Nikita Dompas dipercaya menjadi produser sekaligus gitaris.

Dalam konferensi pers yang digelar di Dia.Lo.Gue, Kemang, Jakarta, Tulus menceritakan proses penulisan lagu: "Awalnya nggak tahu mau nulis lagu apa. Saya datang ke rumah Andien. Setelah dua jam ngobrol, nggak ada hasil apa-apa. Saya merasa kayaknya ada sesuatu yang bisa menggelitik untuk menulis lagu. Saya permisi untuk masuk ke kamar karena merasa tempat itu adalah personal space."

Setelah lima belas menit berada di kamar Andien, Tulus datang dengan ide-ide segar untuk lagu "Belahan Jantungku". Andien mengatakan, "Dia minta ditinggal sendiri. Saya pikir dia mau tidur. Ya sudah, saya turun ke bawah. Eh tahunya nggak lama dia datang dengan voice note dan kertas."

Tulus merespons ucapan Andien tersebut dengan tawa, lalu berujar, "Saya merasakan ada energi kasih sayang. Mungkin saja kan "dibikinnya" di situ (tertawa)."

Dari sana, Nikita kemudian menggarap musiknya. Musisi lain yang terlibat adalah Jessilardus Mates (drum), Kevin Yosua (bass), Yosef Sitompul (piano). Sedangkan mixing dikerjakan oleh Harmoko Aguswan dan mastering oleh Indra Qadarsih. Proses rekaman dikerjakan selama dua jam.

Andien lebih lanjut memberi tahu, "Single pertama ini akan jadi sebuah rangkaian metamorfosis saya. Pada tahun lalu saya menyelenggarakan sebuah konser, itu adalah stepping stone. Semua stage punya ceritanya sendiri."

Editor's Pick

Related

Most Viewed

  1. Afgan Dipaksa Turun Panggung di Prambanan Jazz Festival 2017
  2. Bos Prambanan Jazz Menjelaskan Insiden yang Menimpa Afgan
  3. Live Review: Efek Rumah Kaca: Semarang Bisa Dikonserkan
  4. Semarang Bisa Dikonserkan oleh Efek Rumah Kaca
  5. Saksikan Trailer Film ‘Pengabdi Setan’ Garapan Ulang Joko Anwar

Add a Comment