20 Film Internasional Terbaik 2016

Dari sebuah tragedi kekacauan ke film musikal independen, garapan Martin Scorsese ke ‘Manchester by the Sea’ – Peter Travers memilih film-film terbaik tahun ini

Oleh
Salah satu adegan di film 'La La Land'. (Dale Robinette)

Pada 2016, Hollywood menunjukkan kepada dunia bahwa hidup orang kulit hitam itu memiliki arti, film musikal memiliki makna, para sutradara muda dapat menyandingkan karya mereka dengan film klasik kepunyaan Martin Scorsese, Clint Eastwood, dan Coen bersaudara – dan tidak ada subyek yang begitu sulit untuk digarap. Berikut adalah 20 film yang mengikatkan kita bahwa film terbaik, dari yang dibiayai studio besar ataupun diproduseri secara independen, mampu berbuat banyak hal di luar sekuel, prekuel, pembuatan ulang, retreads ataupun Marvel Comic Universe.

20) 'Zootopia'

2016 adalah tahunnya film animasi – terdapat Finding Dory, Kubo and the Two Strings, The Secret Life of Pets, Sausage Party dan Sing. Namun tak satu pun yang menggunakan langkah yang lebih lengkap dari kisah ini di mana para pemangsa di kerajaan binatang, yang pernah hidup dalam damai, kembali ke modus penyerangan. Anak-anak akan mencintai kelinci lucu dan rubah ini. Sedangkan orang dewasa mungkin akan menemukan hasil politik yang terburu-buru, prasangka, penganiayaan dan dinding bangunan beresonansi yang mengganggu untuk era Trump. Terdapat sesuatu untuk semua orang di sini.

19) '13th'

Terdapat beberapa film dokumenter yang kuat tahun ini, termasuk O.J: Made in America, Weiner, Tower, Cameraperson dan I Am Not Your Negro. Tapi untuk saya, yang paling menakjubkan adalah film dokumenter Ava Duvernay yang bercerita saat amandemen ke-13, diberlakukan pada 1865 di mana seharusnya menjamin kesetaraan ras dan melarang perbudakan di Amerika Serikat. Menyaksikan ini dapat mengucurkan air mata.

18) 'Toni Erdmann'

Film asing terbaik dan sangat cemerlang tahun ini – maaf, Elle, Julieta dan The Handmaiden – yang merupakan mahakarya dari sutradara dan penulis asal Jerman, Maren Ade. Penampilan Peter Simonischek dan Sandra Huller sangat hebat sebagai guru piano yang sudah bercerai dan anak perempuan yang ambisius dalam pekerjaannya, keduanya sama-sama depresi dan saling menyebalkan. Apakah sebelumnya saya mengatakan bahwa film ini adalah film komedi? Ya film ini adalah film komedi dari Ade, membuat tertawa sepanjang film dan itu menyakitkan.

17) 'The Edge of Seventeen'

Film debut sutradara Kelly Fremon Craig ini tidak mendapat status box-office, yang berarti beberapa dari kalian tidak mengetahui film yang paling lucu dan tulus ini. Hailee Steinfeld, nomine Oscar untuk film True Grit, sangat memukau, pemudi penuh rasa penasaran bernama Nadine, remaja yang kerap mengecewakan setiap orang di sekelilingnya – kecuali untuk seorang guru (Woody Harrelson yang hebat) yang tidak peduli sama sekali. Craig dan Steinfeld menceritakan isu klise para remaja. Temukan dan tonton film ini. Anda akan melihat diri Anda sendiri di dalamya.

16) 'De Palma'

Baiklah, ini bukan film yang memicu perdebatan tinggi di mana sutradara Noah Baumbach dan Jake Paltrow muncul di kamera bersama sutradara kontroversial gemar bicara seenaknya, Brian De Palma. Dengan pemilihan cuplikan-cuplikan sempurna dari beberapa karya terbaik sutradara veteran tersebut (Carrie, Scarface, The Untouchables, Dressed to Kill, Blow Out) ataupun yang terburuk (The Bonfire of the Vanities, The Fury, Mission to Mars), film ini adalah pendidikan tidak murni untuk para penggemar berat ataupun yang baru mengetahui De Palma.

15) 'Arrival'

Bagi mereka yang kecewa karena Amy Adams memiliki pertemuan jarak dekat dengan alien di Arrival hanyalah tentang berkomunikasi bukan pemusnahan global, saya tidak bisa berbicara banyak. Selain itu saya dapat mengatakan bahwa nada kontemplatif yang diambil oleh sutradara Denis Villeneuve dan komitmen penuh dari Adams berhasil mengantarkan kita kepada hasil film yang berlapis dan sangat mengejutkan. Ini dapat Anda selalu ingat meski sudah meninggalkan teater bioksop.

14) 'Everybody Want Some!!'

Richard Linklater membuat banyak film, dari Dazed and Confused ke Boyhood dan trilogi kisah Before, yang tidak pernah pamer namun selalu menempel di memori kita. Di film ini Linklater membawa kita kembali ke tahun 1980 di mana segelintir atlet baseball memulai tahun barunya di Universitas Texas yang kecil. Mereka mendengarkan musik, menghisap ganja, bercinta – dan terkadang mengingatkan kita kepada rasa menggembirakan pertama kami pada kebebasan.

13) 'Paterson'

Sangat menyenangkan ketika Jim Jarmusch kembali ke formula klasik dengan pesona yang minim tentang pengemudi bis sekaligus penyair asal New Jersey bernama Paterson yang tinggal di Paterson. Terlalu sentimental? Tidak perlu khawatir. Paterson diperankan oleh Adam Driver, aktor luhur yang tetap waspada terhadap setiap nuansa seperti Jarmusch yang memiliki panutan di filmnya, bergaul dengan istrinya dari Iran (musisi Golshifteh Farahani) dan mengubah pertemuan sehari-harinya ke dalam syair yang merayakan misteri di setiap harinya. Seperti itu lah Jarmusch – dan sangat menyenangkan untuk ditonton.

12) 'Love and Friendship'

Mungkin karena film ini ditayangkan pada Mei lalu, karya elegan dari Whit Stillman yang mengadaptasi novel Jane Austen pada 1794 ini telah dilupakan untuk diganjar hadiah akhir tahun. Sadarlah, orang-orang. Kate Beckinsale memberikan salah satu penampilan terbaik tahun ini sebagai seorang janda yang dipaksa untuk melakukan semuanya – seks, pencurian, pengkhianatan, apapun itu – untuk tetap independen di dunia pria. Dan para pemilih Academy dengan ini disarankan untuk tidak melupakan Tom Bennett yang sangat lucu sebagai idiot kaya yang berbicara tentang kacang polong dan apa yang ia sebut "The 12 Commandments".

11) 'Hail, Caesar!'

Bagaimana saya menjelaskan hasrat saya terhadap film komedi Hollywood ini dari Coen bersaudara, deru lelucon dan ketakutan spiritual? Apakah sesederhana itu? Pada dasarnya ini ini adalah keseharian dari kehidupan seorang penjaga studio (Josh Brolin) yang kerap bercekcok dengan bintang gila (George Clooney), seorang diva renang (Scarlett Johansson), komunis yang kerap bernyanyi dan menari (Channing Tatum, sempurna) dan koboi yang malas (Alden Ehrenreich, juga sempurna) di mana dipaksa bermain canggih oleh seorang tiran dan sutradara asal Inggris (Ralph Fiennes). Saya sangat menyukainya.

10) 'The Birth of Nation'

Salah satu aib dari film ini adalah bagaimana sutradara Nate Parker dengan jitunya menceritakan pemberontakan budak pada 1831 yang dipimpin oleh Nat Turner, malah tercampur dengan kontroversi atas tuduhan terhadap Parker yang melakukan penyerangan seksual kepada wanita berusia 18 tahun di Penn State pada 1999 silam. Ia dibebaskan di pengadilan, tapi opini publik telah menghasilkan sebuah film yang tangguh di mana berjuang untuk khalayak yang lebih luas.

9) 'Hell or High Water'

Kisah koboi di era modern dari David Mackenzie ini tidak memerlukan hal yang baru – namun film ini melakukan semuanya dengan benar. Chris Pine dan Ben Foster tampil sebagai kakak beradik dari Texas Barat yang melawan hukum, khususnya Jeff Bridges yang licik, seseorang yang tua dan bodoh. Ini merupakan B movie, di mana diangkat ke tingkat seni yang lebih kasar.

8) 'Loving'

Joel Edgerton dan Ruth Negga unggul sebagai Richard dan Mildred Loving, pasangan ras campuran yang menikah pada 1958 dan ditangkap di Virgina karena memperjuangkan hak-hal sipil di area tersebut. Sutradara muda dari Arkansas yaitu Jeff Nichols mungkin akan bergabung di barisan Eastwood dan Scorsese jika ia terus menggarap film seperi yang satu ini.

7) 'Sully'

Karya Clint Eastwood yang klasik, tidak ada omong kosong pembuatan film demi menemukan formula sempurna seperti indahnya Tom Hanks memainkan kapten Chesley Sullenberger, pahlawan pilot yang berhasil mendaratkan pesawat cacatnya di sungai Hudson dan menyelamatkan semua nyawa penumpangnya. Pekerjaan dilakukan dengan baik. Pujian ini berlaku untuk sang kapten juga filmnya.

6) 'Jackie'

Jackie Kennedy telah diperiksa sangat rinci di media sehingga Anda bertanya-tanya apa lagi yang dapat ia ceritakan. Dan kemudian Anda melihatnya di Jackie, bercerita tentang pembunuhan JFK, dan Anda pikir Anda tidak mengenalnya. Itulah visi yang sangat baik dari sutradara asal Chili, Pablo Larrain, dan penampilan yang sangat memukau dari Natalie Portman sebagai Jackie.

5) 'Silence'

Proyek yang bergairah dari Martin Scorsese (dikembangkan sejak 1990) bercerita tentang penganut agama Kristen berkebangsaan Portugis (Andrew Garfield dan Adam Driver) di abad ke-17 di Jepang, di mana mereka mencari mentor imam (Liam Neeson) dengan resiko penyiksaan dan kematian karena memberitakan agama Kristen. Perihal kepercayaan dan maknanya di dalam dunia material adalah obsesi lama dari Scorsese. Silence memuat nuansa brutal dan cerebral. Beberapa orang mungkin menolak untuk bergulat dengan ambiguitas moral dalam dua setengah jam. Namun siapa yang membutuhkan mereka. Scorsese telah membuat sebuah film dengan kontroversi dan hati yang kuat.

4) 'Fences'

Adalah sebuah kemenangan bagi Denzel Washington, yang mengarahkan dan membintangi film ini di mana diadaptasi dari tulisan sukses dari mendiang August Wilson. Washington adalah mantan pemain liga bisbol khusus untuk rakyat kulit hitam, yang kini memiliki kerjaan sebagai tukang sampah di Pittsburgh dan melawan apapun yang menantang otoritasnya sebagai suami dan ayah. Viola Davis adalah materi Oscar atau istrinya. Film ini sedikit berbeda dengan cerita aslinya. Namun penampilan yang sangat luar biasa dipersembahkan oleh para aktor. Dan Anda tidak akan pernah melihat sebelumnya di mana pun.

3) 'Moonlight'

Tiga aktor yang hebat (Alex Hibbert, Ashton Sanders dan Trevante Rhodes) bermain sebagai anak yang sama di tahap yang berbeda tumbuh sebagai orang kulit hitam, gay dan terasingkan di proyek Miami. Sutradara Barry Jenkins menangani setiap aspek pembuatan film ini, dari dialog ke visual, layaknya seorang tuan muda.

2) 'Manchester by the Sea'

Casey Affleck mempersembahkan penampilan terbaik tahun ini sebagai petugas kebersihan di Boston yang menghadapi tragedi begitu berat. Di dalam film ketiganya ini, sutradara dan penulis Kenneth Lonergan memotong langsung ke inti cerita yang mengingatkan kita menjadi manusia dan memberikan kita kekuatan untuk melanjutkan hidup.

1) 'La La Land'

Film musikal menjadi film terbaik tahun ini? Betul sekali. Damien Chazelle mengarahkan asmara lagu dan dansa yang meriah ini seolah-olah bioskop diciptakan untuknya bermain-main – dan bagi kita untuk bersemangat mengikutinya. Emma Stone dan Ryan Gosling mencapai puncak karir mereka sebagai kekasih yang mencoba membuat mimpi mereka menjadi kenyataan dan memiliki arti. La La Land mendobrak dengan cara mengayun. Chazelle menempatkan hatinya di film ini di mana para hipster dapat mengejeknya sebagai orang yang tidak trendi. Pada kenyataannya dia tidak seperti itu. Dia seorang penemu, bakat segar yang menempatkan teknik dalam pelayanan perasaan dan membuat masa depan film tampak seperti prospek yang cerah.



Most Viewed

  1. Seni Musik Keras di Rock In Borneo 2017
  2. Maliq & D’Essentials, The Sigit, Stars and Rabbit Siap Ramaikan Pizza e Birra Oktobeerfeast, Jakarta
  3. Film 'Turah' Dipilih untuk Mewakili Indonesia pada Oscars 2018
  4. Konferensi Musik Indonesia, Archipelago Festival, Siap Diselenggarakan Oktober Mendatang
  5. 10 Kolaborasi Seru yang Terjadi di Soundrenaline 2017

Editor's Pick

Add a Comment