“Jika Anda Ingin Menikmati Hiburan, Ada Harga yang Harus Dibayar”

Menurut Manajer Iflix publik Indonesia perlu dibangun kesadaran akan menonton secara streaming

Oleh
Alex Siregar (Iflix), Lavesh Samtani (Flik Channel), Ho Jia Jian (Viddsee) Pramedya Nataprawira

Indonesian Contemporary Art & Design 2016 (ICAD) telah resmi dibuka sejak 7 Oktober lalu di Grand kemang Hotel, Jakarta Selatan. Edisi ketujuh dari ICAD ini bakal berlangsung hingga 7 Desember mendatang yang kembali menghadirkan para pelaku industri kreatif tanah air dengan sejumlah kegiatan seperti pameran seni, konvensi film maupun diskusi.

Salah satu topik diskusi yang digelar di ICAD 2016 adalah tentang distribusi konten daring di Indonesia. Diskusi ini menghadirkan tiga narasumber di mana salah satunya adalah Alex Siregar, konten manajer dari layanan serial televisi dan film streaming bernama Iflix. Menurutnya publik Indonesia perlu dibangun kesadaran akan menonton secara streaming atau binge watching (istilah yang digunakan untuk orang yang menonton dua sampai enam episode dari serial televisi yang sama dalam satu waktu tertentu).

"Jujur kami harus build the awareness dulu tentang Iflix itu seperti apa. Karena banyak orang masih bertanya apa itu menonton streaming. Kadang kami masih menghadapi komen seperti itu. Memang kondisi market di sini seperti itu. "Katanya gratis langganan Iflix tapi kok kuotanya habis?" Kami harus memberi sedikit edukasi. Jika Anda ingin menikmati hiburan, ada harga yang harus dibayar," terang Alex.

Untuk konten di dalam Iflix sendiri, film-film Indonesia memang masih lebih banyak disaksikan dibandingkan film luar negeri. Sedangkan untuk konten serial televisi justru sebaliknya. "Karena mungkin serial televisi di Indonesia sudah terlalu sporadis," kata Alex. "Dengan episode yang bisa mencapai ratusan hingga ribuan, seperti Tukang Bubur Naik Haji yang episodenya sudah sampai seribu, mungkin dia sudah menjual buburnya pakai keju atau kornet sekarang," canda Alex. "Akhirnya untuk konten Indonesia kami lebih berfokus kepada Indonesian Movies."

Namun di 2017 mendatang Iflix tetap merencanakan untuk membuat produksi orisinal sendiri. "Sudah lama kita tidak punya serial televisi yang seperti Stranger Things di Netflix. Mereka tidak memiliki episode yang banyak, satu musim cukup sembilan sampai dua belas episode. Harapan kami ingin mencoba membangun binge watching dari produksi orisnal kami yang lebih pendek namun catchy dan dapat menjadi market juga untuk si Iflix sendiri," tutup Alex.

Untuk mengetahui jadwal lengkap di ICAD 2016 dapat mengunjungi situs resminya di www.arturaicad.com.

Editor's Pick

Add a Comment