25 Peristiwa Penting Sepanjang Agustus 2016

Menjadi salah satu bulan produktif bagi industri hiburan tanah air.

Oleh

Agustus 2016 dapat dikatakan sebagai salah satu bulan produktif bagi industri hiburan tanah air. Setelah absen cukup lama di bulan Juli karena adanya ibadah Ramadan, aktivitas dunia musik, film, dan budaya populer Indonesia di bulan kedelapan pun sontak padat.

Agustus 2016 dibuka oleh kabar baik bahwa film pendek karya sineas Bayu Prihantoro Filemon berjudul On the Origin of Fear, diputar di Venice International Film Festival ke-73, pada 31 Agustus – 10 September 2016 di Venice, Italia. Kiprah film Indonesia di ranah internasional juga berhasil dilakukan oleh Ada Apa dengan Cinta 2 yang tayang di beberapa bioskop Eropa, dan film tentang Wiji Thukul bertajuk Istirahatlah Kata-kata yang disambut baik oleh publik Locarno International Film Festival 2016, Swiss.

Selain di dunia film, musik Indonesia juga tengah di level produktif yang tinggi. Tak sedikit para musisi yang merilis album seperti Tulus dengan Monokrom, The Rain dengan Jabat Erat, Rajasinga dengan Rajasinga:III, Vidi Aldiano dengan Persona, hingga Shaggydog dengan Putra Nusantara. Namun di balik berita suka tentang pencapaian-pencapaian para musisi, publik Indonesia juga harus diterpa beberapa kabar duka seperti wafatnya beberapa musisi seperti Krisna J. Sadrach, gitaris legendaris Albert Wamerin dan penyanyi legendaris Eddy Silitonga, hingga disergapnya penyanyi Reza Artamevia yang positif mengonsumsi narkotika.

Berikut 25 Peristiwa Penting Sepanjang Agustus 2016:

1) Film Pendek Indonesia Masuk Kompetisi Venice International Film Festival 2016

Film pendek karya sutradara Bayu Prihantoro Filemon, On the Origin of Fear, diputar di Venice International Film Festival ke-73, yang dilaksanakan pada 31 Agustus - 10 September 2016 di Venice, Italia. Film dengan durasi 12 menit ini melakukan penayangan perdana pada festival film tertua di dunia tersebut. On the Origin of Fear berhasil masuk dalam kompetisi pada program Orizzonti di Venice International Film Festival ke-73.

2) Krisna J. Sadrach, Pentolan Suckerhead dan Produser, Tutup Usia

Krisna J. Sadrach.

Vokalis sekaligus bassist dan salah satu pendiri band pionir thrash metal asal Jakarta, Suckerhead, Krisna Jotham Sadrach, pada Selasa (2/8) pukul 14:30 WIB lalu telah tutup usia dalam damai di RS Dharmais setelah berjuang melawan penyakit kanker paru-paru yang ia derita. Usianya 50 tahun. Jenazah Krisna Sadrach disemayamkan di rumah duka di kawasan Petukangan Selatan, Jakarta, dan dikebumikan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Dalam beberapa tahun belakangan, Krisna aktif dan memiliki peran penting dalam penyelenggaraan festival musik metal terbesar se-Asia Tenggara, Hammersonic Festival. Ia berperan sebagai managing director dari festival tersebut sekaligus pula menjabat posisi yang sama di Revision Live, promotor yang menggagas festival tersebut.

3) Album Ketiga Tulus, 'Monokrom', Resmi Dirilis

Salah satu penyanyi pop ternama saat ini, Tulus, resmi merilis album ketiga miliknya berjudul Monokrom. Album yang berisikan sepuluh lagu tersebut kembali menggunakan jasa Ari Renaldi sebagai produser dan rilis oleh label rekaman TulusCompany. "Di album pertama saya, spirit-nya adalah saya mengenalkan diri dan musik saya. Dalam album kedua, saya banyak belajar untuk berkompromi dengan berbagai pihak. Di album ketiga ini adalah caa saya mengucapkan terima kasih bagi semua pihak yang telah membantu saya," ungkap Tulus saat menjalani jumpa pers pada Rabu (3/8) lalu.

4) Kolaborasi Maliq & D’Essentials dan The Groove Merilis Single "Coba Katakan dengan Cinta"

Demi meramaikan konser akbar Maliq & D'Essentials bersama The Groove yang bertajuk D'eesentials of Groove, kedua band bekerja sama dengan Berlian Entertainment serta komponis andal, Yovie Widianto, demi menciptakan single terbaru berjudul "Coba Katakan dengan Cinta". Judul lagu ini merupakan hasil pungutan suara dari para penggemar kedua band di sosial media; hasil gabungan judul lagu "Coba Katakan" milik Maliq & D'Essentials serta lagu "Katakan dengan Cinta" Kepunyaan The Groove. Tepat pada Kamis (4/8) sore lalu, "Katakan dengan Cinta" resmi disiarkan secara serentak di sekitar 400 stasiun radio Indonesia dan dapat dibeli format digitalnya lewat iTunes.

5) Lightcraft Akan Merilis Album Split dengan Band Indie Rock Amerika Serikat

Lightcraft.

Pada Rabu (10/8) unit dream pop asal Jakarta, Lightcraft, merilis album split bertajuk Kindred Spirits bersama unit indie rock asal Amerika Serikat, Wyland. Album berformat mini CD tersebut dirilis oleh label rekaman independen asal Jakarta, Misashi Records, dan didistribusi di Indonesia juga Amerika Serikat. Kolaborasi antara Lightcraft dengan Wyland tersebut terjalin ketika mereka berbagi panggung di Canadian Music Week 2015, Kanada. Setelah pertemuan pertama tersebut, kedua band akhirnya mendapatkan kesempatan tampil bersama lagi di Jersey City, AS, pada April lalu dan setuju untuk meluncurkan sebuah rilis bersama-sama.

6) ‘Ada Apa dengan Cinta 2’ Tayang di Jerman, Swiss, Belgia

Berselang lebih dari tiga bulan sejak penayangan perdananya, Ada Apa dengan Cinta 2 ditayangkan di beberapa bioskop Eropa. Ada Apa dengan Cinta 2 tayang sebanyak tiga kali di Jerman, tepatnya di bioskop Abaton Kino, Hamburg pada 31 Agustus, bioskop Cineplex, Aachen pada 1 September, dan bioskop Die Kurbel, Karlsruhe pada 2 September mendatang. Lalu invasi Eropa AADC 2 akan berlanjut di bioskop cineBubenberg, Bern, Swiss pada 3 September, dan bioskop Kinepolis, Leuven, Belgia pada 4 September nanti.

7) Musisi Jazz Legendaris, Toots Thielemans, Wafat

Toots Thielemans.

Musisi jazz legendaris yang terkenal dengan permainan harmonikanya, Toots Thielemans dikabarkan meninggal dunia pada Senin (22/8) kemarin di usia 94 tahun. Ia menghembuskan nafas terakhir dalam tidurnya di sebuah rumah sakit di Belgia. Thielemans dirawat di rumah sakit tersebut setelah terjatuh dan mengalami operasi di bagian bahu. Pria kelahiran Brussel, Belgia ini telah menjalani karier panjang hingga mengantarkan namanya menjadi seorang pemain harmonika terbaik di dunia. Pria yang bernama asli Jean-Baptiste Frederic Isidore Thielemans ini memainkan harmonika sebagai sebuah hobi sebelum ia mengenal musik jazz pada masa pendudukan Jerman di Belgia saat Perang Dunia II.

8) Film 'Tiga Dara' Versi Restorasi Ditayangkan

Film drama musikal legendaris Tiga Dara (1956) versi restorasi digital 4K ditayangkan di berbagai bioskop Indonesia pada 11 Agustus 2016. Film ketiga Usmar Ismail yang direstorasi ini berkisah tentang seorang nenek yang berusaha mencarikan jodoh bagi anak tertua keluarga yang dianggap sudah pantas menikah di umurnya. Selain pemutaran film digelar pula Konser 60 Tahun Tiga Dara menampilkan para artis muda yang membawakan ulang lagu-lagu orisinal dari film Tiga Dara. Konser digelar di Graha Bhakti Budaya, Jakarta pada 11 Agustus 2016.

9) Film Wiji Thukul Disambut Hangat oleh Penonton Swiss

Film tentang Wiji Thukul, Istirahatlah Kata-Kata, telah tayang pertama kali di dunia pada Selasa (9/8) pukul 11.00 waktu Swiss. Ditayangkan di hadapan lebih dari 500 orang, film besutan Yosep Anggi Noen tersebut mendapat tepuk tangan panjang setelah pemutaran berakhir. Istirahatlah Kata-Kata mengambil kisah hidup penyair Wiji Thukul selama masa pelarian pada 1996 setelah peristiwa kerusuhan 27 Juli 1996. Sutradara asal Yogyakarta, Yosep Anggi Noen mengarahkan film ini dengan Gunawan Maryanto yang didaulat berperan sebagai Wiji Thukul.

10) Poppie Airil Resmi Menjadi Bassist Tetap Efek Rumah Kaca

Efek Rumah Kaca.

Efek Rumah Kaca pada Jumat (12/8) telah merilis sebuah single terbaru berjudul "Merdeka". Peluncuran single tersebut sekaligus menjadi penanda bergabungnya Poppie Airil sebagai pemain bass tetap dari Efek Rumah Kaca. "Pada peluncuran single "Merdeka" ini juga menandai bergabungnya Poppie Airil ke dalam keluarga Efek Rumah Kaca yang sejak 2012 telah membantu Efek Rumah Kaca menggantikan peran Adrian pada departemen bass," tulis pihak manajemen band lewat siaran pers.

"Terhitung sejak akhir Juni 2016, Poppie resmi menjadi anggota keempat Efek Rumah Kaca. Semoga dengan kehadiran Poppie – dengan karakter permainannya yang unik – bisa membuat musik Efek Rumah Kaca ke depannya menjadi semakin beragam warnanya dan kaya eksplorasi," tambah mereka. Selain khatam dalam menampilkan lagu-lagu orisinal Efek Rumah Kaca, Poppie juga merupakan anggota tetap dari band yang terlahir berkat trio tersebut yaitu Pandai Besi.

11) Album Aransemen Ulang Lagu-lagu Film ‘Tiga Dara’ Resmi Dirilis

Aden Bahri, Indra Perkasa, Tony Setiaji, Alex Sihar, David Tarigan, Bonita, Aimee Saras, Aprilia Apsari.

Film musikal komedi legendaris berjudul Tiga Dara kembali ditayangkan dalam format canggih 4k di beberapa bioskop Indonesia pada Kamis (11/8) lalu. Untuk ikut memeriahkannya SA Films bersama Kalyana Shira Films, Demajors Records, dan Rooftopsound Records merilis Album Aransemen Ulang Lagu Orisinal dari Film Tiga Dara. Album tersebut berisikan sepuluh lagu yang dinyanyikan oleh 12 artis independen ternama yaitu Aimee Saras, Aprilia Apsari, Bonita, Monita Tahalea, Nesia Ardi, Anda Perdana, Bonita & the Hus Band, Danilla, Indra Aziz, Deredia, Alsant Nababan, dan Mondo Gascaro.

Album Aransemen Ulang Lagu Orisinal dari Film Tiga Dara direkam secara live dengan format orkestra (Gadgadsvara) yang dipimpin oleh Indra Perkasa (Tomorrow People Ensemble). Proses pengerjaannya pun diakui oleh Indra terhitung cepat sekitar satu setengah bulan atau 40 hari.

12) Konvensi Budaya Pop Terbesar Popcon Asia 2016 Digelar

Konvensi budaya pop terbesar di Asia, Popcon Asia telah dilaksanakan mulai Jum'at (12/8) hingga Minggu (14/8). Di tahun kelimanya, Popcon Asia kali ini mengangkat tema Pop Revolution. Topik nasionalisme dan kearifan lokal jadi perhatian utama Popcon tahun ini. Popcon Asia 2016 diisi dengan berbagai acara, highlight meliputi peluncuran film Algojo: Perang Santet, Warkop DKI Reborn, dan Si Juki The Movie. Selain itu juga ada peluncuran komik Koil Dragonian Warrior dan Mencari Kopi Aceh. Peluncuran IP Collaboration & Artwork dari Vidi Aldiano dan juga Meet & Greet Webtoon Artist Park Tae Joon.

13) Ita Purnamasari Merilis Album Kumpulan Hits

Dwiki Dharmawan, Ita Purnamasari, dan Toto Widjojo, bos Warner Music Indonesia usai jumpa pers.

Telah 30 tahun berkarier di industri musik tanah air, penyanyi wanita Ita Purnamasari merilis sebuah album bertajuk 3 Dekade. Lewat jumpa pers yang digelar beberapa waktu lalu di Hard Rock Cafe, SCBD, Jakarta Selatan, Ita resmi mengumumkan peluncuran album yang memuat kumpulan hits terbaik sepanjang perjalanan kariernya sejak 1987 silam.

Album terbarunya yang memuat 16 lagu ini dirilis melalui label rekaman Warner Music Indonesia. Lagu-lagu andalannya seperti "Cintaku Padamu" dan "Penari Ular" tentunya turut muncul dan diperbarui dalam album ini. Meski belum dirilis secara fisik, album 3 Dekade ini telah tersedia secara digital dan dikabarkan telah menembus peringkat dua tangga album pop di iTunes.

14) Cholil Mahmud dan Frau Terlibat di Album Paduan Suara Mantan Tapol

Sampul album Dialita, 'Dunia Milik Kita.'

Cholil Mahmud, vokalis Efek Rumah Kaca, bersama Frau diketahui terlibat dalam pengerjaan Dunia Milik Kita, album perdana milik paduan suara yang terdiri dari para mantan tahanan politik dan keluarganya, Dialita. Kedua sosok tersebut mengaransemen ulang lagu-lagu milik Dialita bersama musisi muda lainnya yaitu Sisir Tanah, Nadya Hatta, Prihatmoko Catur, Kroncongan Agawe Santosa, dan Lintang Radittya.

Dunia Milik Kita diluncurkan dan bisa diunduh secara gratis bertepatan dengan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-71 pada Rabu (17/8) lalu. Melalui rilis pers, Yes No Wave Music selaku net label yang akan merilis album tersebut menjelaskan bahwa Dunia Milik Kita diluncurkan sebagai "silent monument tragedi 1965".

"Sebuah monumen yang akan mengingatkan kita untuk menyampaikan kepada publik tentang kebenaran sejarah masa lalu dan mencegah terjadinya peristiwa serupa oleh karena ketidaktahuan sejarah. Semangat kemerdekaan bangsa Indonesia dijadikan sebagai momen tepat untuk memdistribusikan lagu-lagu Dialita yang direkam pada bulan Maret lalu dengan dukungan dari Indonesia Visual Art Archive (IVAA)," tulis Yes No Wave Music.

15) Endank Soekamti Merilis ‘Vlog Fest 2016 the Movie’

Bertepatan dengan Hari kemerdekaan Indonesia tahun ini, Endank Soekamti merilis Vlog Fest 2016 the Movie, di mana dianggap sebagai film panjang pertama di dunia yang diproduksi dalam fomat 360 derajat. Pemilihan unik tersebut diakui sang pentolan sekaligus bassist, Erix Soekamti, sebagai bentuk inovasi. "Memanfaatkan teknologi dengan maksimal," katanya seperti dikutip dari siaran pers. "Baik dalam sejarah pembuatan film panjang, juga dalam rangka menjaga konsistensi karya-karya Endank Soekamti yang selalu menjanjikan hal baru dalam tiap karyanya," lanjut Erix yang di film tersebut ia merangkap menjadi sutradara.

Vlog Fest 2016 the Movie mengambil lokasi pembuatan film di Gunung Bromo, Jawa Timur, pada Juli silam. Film tersebut menceritakan tentang petualangan delapan vlogger yang diperankan oleh Erix, Dory Soekamti (gitar), Ari (eks-drummer), Ulog, Lanang, Bagus, Isa, dan Ipang.

16) Shaggydog Merilis Album Baru, 'Putra Nusantara'

Grup ska asal Yogyakarta, Shaggydog, telah merilis album studio terbaru, Putra Nusantara, pada Rabu (17/8) lalu. Album keenam ini membutuhkan waktu tiga tahun proses pembuatannya dan sudah bisa didengarkan via layanan streaming musik seperti Spotify dan dapat diunduh lewat iTunes. Bersamaan dengan dirilisnya album tersebut, mereka secara resmi juga meluncurkan video musik dari single perdana "Putra Nusantara" kemarin malam. Shaggydog terakhir kali merilis album penuh sekitar tujuh tahun yang lalu yang bertajuk Bersinar.

17) Frau Gelar Tur Konser Mini di Australia

Frau.

Leilani Hermiasih atau lebih dikenal dengan nama Frau, belakangan ini baru saja tampil di Australia pada Sabtu (20/8) dan Minggu (21/8) lalu. Lani dan keyboard miliknya bernama Oskar tampil sebanyak tiga kali di festival tahunan akbar bernama Darwin Festival. Jadwal penampilan Frau di Australia dimulai di Festival Park Bamboo Bandstand di Browns Mart Theatre. Esok harinya Frau menutup rangkaian kecil tur konser Australiannya di Darwin Railway Club.

18) Gitaris Legendaris, Albert Warnerin, Tutup Usia

Albert Warnerin

Berita duka kembali menyelimuti dunia musik rock Indonesia. Pada Senin (22/8) lalu, gitaris legendaris Albert Warnerin berpulang ke Yang Maha Kuasa. Beliau meninggal pukul 22.00 WIB di Rumah Sakit Bhineka Bakti Husada, Pondok Cabe, Jakarta dalam usia 71 tahun. Pada masa aktifnya, Albert Warnerin merupakan sosok gitaris rock progresif yang berkesan kalem tapi idealis. Namanya sempat menghiasi beberapa grup rock '70-an seperti The Gang of Harry Roesli, Superkid, Big City Blues dan Giant Step. Bukan cuma personel, Albert juga dikenal sebagai pencipta lagu untuk band-band yang dia naungi.

Bersama Harry Roesli, dia sempat menelurkan album Ode dan Ode, L.T.O., hingga Gadis Plastik. Sedangkan kariernya dengan Giant Step menandai era baru hard rock. Pada 1973, Giant Step mulai menampilkan dua gitaris dengan masuknya Albert Warnerin. Turut juga masuk adalah Deddy Dores. Total lima album ikut dibuatnya bersama Giant Step yaitu Giant Step Mark I, Giant On the Move, Kukuh Nan Teguh, Persada Tercinta dan Geregetan.

19) Vidi Aldiano Merilis Album Terbaru, 'Persona'

Suasana jumpa pers dan peluncuran album 'Persona' dari Vidi Aldiano

Penyanyi Vidi Aldiano telah merilis album terbaru miliknya sejak lima tahun terakhir yang bertajuk Persona pada Rabu (24/8) lalu di Jakarta Selatan. Album ketiganya ini sekaligus menandakan perjalanan karier pertama Vidi dalam naungan labelnya sendiri, VA Records. Sejumlah musisi seperti Lale dan Ilman dari Maliq & D"Essentials, serta Nino dari RAN pun turut memproduseri album terbaru Vidi yang menindaklanjuti album Yang Kedua pada 2011 lalu.

Album yang menjalani proses mastering di studio Abbey Road, Inggris ini diakui Vidi menjadi album yang begitu personal baginya, sesuai dengan makna judul album itu sendiri. Ia pun mengungkapkan judul Persona juga dapat berarti karakter, di mana ia merepresentasikan 9 karakter yang terdiri dari disgust, joy, hope/peace, wonder, courage, anger, fear, sadness, dan love ke dalam lagu-lagunya di album Persona.

20) Film Dokumenter ‘Jagal’ Masuk Daftar 100 Film Terbaik Abad ke-21

Jagal atau nama internasional The Act of Killing terpilih menjadi salah satu film yang dianggap sebagai film terbaik di abad ke-21 oleh situs The British Broadcasting Corporation (BBC). Film besutan Joshua Oppenheimer dan beberapa sutradara anonim ini menempati peringkat ke-14. Sebelumnya, film ini meraih penghargaan film dokumenter terbaik di British Academy of Film and Television Arts (BAFTA) pada tahun 2014.



Related

Most Viewed

  1. Mundur dari Payung Teduh, Is: “Saya Enggak Egois”
  2. SORE Merekam Ulang Lagu Grup Fariz RM dan Erwin Gutawa
  3. Inilah Para Pemenang AMI Awards 2017
  4. Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak
  5. Trailer Film 'Posesif' Tampilkan Adipati Dolken dan Putri Marino dalam Percintaan yang Brutal

Editor's Pick

Add a Comment