Q&A: Grimes

Album terbaik untuk tahun 2012 versi AllMusic. Album nomor dua terbaik untuk tahun 2012 versi The Guardian dan NME. Lagu terbaik untuk tahun 2012 versi Pitchfork dan PopMatters. Nomine penghargaan bergengsi Kanada, Polaris Music Prize 2012. Daftar penghargaan dan pengakuan yang tidak buruk untuk seorang perempuan berusia 24 tahun dengan nama Claire Boucher alias Grimes.

Oleh
Album terbaik 2012 versi AllMusic. Album nomor dua terbaik 2012 versi The Guardian dan NME. Lagu terbaik 2012 versi Pitchfork dan PopMatters. Nomine penghargaan bergengsi Kanada, Polaris Music Prize 2012. Semuanya menjadi daftar penghargaan dan pengakuan yang tidak buruk untuk seorang perempuan berusia 24 tahun dengan nama Claire Boucher alias Grimes.

Lewat album penuh ketiga, Visions, yang dirilis oleh label rekaman berkualitas 4AD, Grimes sukses mencuri perhatian berbagai kalangan dengan kumpulan lagu yang ia klaim membaurkan noise, punk dan musik elektronik dalam struktur dan produksi pop tradisional. Belum lagi personanya yang imut sekaligus nyentrik, seperti versi perempuan dari Marilyn Manson yang terlalu banyak mengonsumsi kartun Jepang.

Sabtu (16/3) malam lalu di area luar Pizza e Birra, Gandaria City, Jakarta, Grimes menggelar konser di Jakarta yang termasuk dalam rangkaian tur Asia-nya. Ia tampil selama lebih kurang satu jam dengan membawakan delapan lagu, di antaranya "Vanessa", "Oblivion", "Genesis", dan "Phone Sex" selaku lagu penutup, plus sejumlah improvisasi panjang yang mendorong penonton untuk terus bergoyang berkat irama yang menghentak.

Pada lagu ketiga, "Circumambient", ada dua penari Indonesia dengan baju berwarna hijau neon yang menyusul Grimes naik ke atas panggung dan terus berada di sana sampai konser usai. Gelembung udara juga sempat dilontarkan dari atas panggung. Patut digarisbawahi bahwa penari dan gelembung udara adalah salah dua kriteria konser ideal menurut Grimes.

Tampil setelah tiga pembuka, Midnight Runners, C.U.T.S. dan Ami Dang selaku rekan Grimes yang diajak tur, konser Grimes di Jakarta menjadi semakin istimewa saat beberapa jam setelahnya Claire menginjak usia 25 tahun. Tak sedikit yang memberikannya kado ulang tahun saat meet and greet tiga puluh menit dilangsungkan sesuai konser.

Grimes sempat berkicau melalui akun Twitter pribadinya: "Jakarta, I can't believe what an amazing birthday I had. I think I shed a tear, it was really lovely. Thank you so much."

Pada siang hari sebelum tampil di Jakarta, Grimes menyempatkan diri berbicara dengan sejumlah media di Jakarta, termasuk Rolling Stone, bertempat di restoran Casa Kemang, Jakarta. Berbusana kaos plesetan logo Versace yang tulisannya disubstitusi dengan Virgin dan rambut dwiwarna, hitam dan oranye, ia sempat mengemukakan pendapatnya soal Mariah Carey, salah satu idolanya, yang meminta kamar hotel tempat ia menginap selama di Jakarta pada 2004 silam diwarnai serba pink hingga ketertarikannya terhadap budaya pop Asia, di antaranya kartun Jepang Sailor Moon.

Banyak orang yang memberikan pertanyaan serius soal musik dan lirik Grimes. Bagi Anda pribadi, seperti apa perbandingan keseriusan dan senang-senang dalam musik dan lirik Grimes?
Saya pikir cukup serius, namun di saat yang bersamaan proses pembuatannya sangat menyenangkan. Saya selalu menikmati proses pembuatan lagu Grimes. Alasan kenapa saya membuat lagu-lagu tersebut adalah karena saya sangat menikmati proses pembuatannya. Namun tetap cukup serius. So, a bit of both, I guess (tertawa).

Anda tidak pernah membawakan lagu dari album Geidi Primes dan Halfaxa saat konser. Kenapa?
Dulu, saat tampil di atas panggung, saya memainkan lagu-lagu secara jamming. Ketika itu saya tidak tahu bagaimana cara menciptakan lagu yang bisa dimainkan secara live. Album Visions adalah album pertama saya yang lagu-lagunya dapat dimainkan secara live.

Namun apakah Anda merasa bangga dengan Geidi Primes dan Halfaxa?
Sangat jelas bahwa kedua album tersebut direkam secara buruk dan saya dapat melihat banyak kesalahan di sana, namun saya senang dengan kedua album tersebut. Menurut saya merupakan hal keren saat Anda bisa mendengarkan musik yang diciptakan oleh seseorang yang tak mengerti bagaimana caranya membuat musik, itulah yang membuat Geidi Primes dan Halfaxa istimewa.

Sejauh ini, bagaimana ketenaran memperlakukan Claire Boucher? Anda terlihat santai.
(Tertawa) Oh ya? Sejujurnya agak intens karena tak sedikit juga orang-orang yang menganggap musik saya buruk. Saya merasa harus lebih galak dalam setahun belakangan, karena jika ada seseorang yang berbuat salah, misalnya ada masalah dalam konser Grimes, saya tidak bisa hanya berkata: "Maaf, ada orang yang berbuat salah." Saya harus tegas bilang ke si penyebab masalah, "Fuck you, dude." Sebuah konser melibatkan banyak orang, termasuk penonton tentu saja. Yang pasti, arogansi tidak ada dalam jiwa saya.

Anda merupakan penggemar berat Mariah Carey. Ia pernah tampil di Jakarta pada 2004 silam dan meminta promotor untuk mewarnai kamar hotelnya serba pink. Bagaimana tanggapan Anda?
Saya pikir itu gila. Namun saya juga berpikir bahwa ketika Anda setenar itu, Anda berkemungkinan untuk menjadi segila itu. Saya pun terkadang merasa gila. Bayangkan saja, Anda ingin keluar tapi tidak bisa karena akan ada orang-orang yang menguntit. Mariah Carey sangat terkenal, ia tak akan pernah bisa ke restoran, ia tak akan pernah bisa mendatangi pesta, bahkan mungkin sulit baginya untuk mencari teman. Saya pikir itu bisa membuat Anda gila. Meminta kamarnya untuk dicat serba pink merupakan tindakan yang aneh, terlihat seperti sikap seorang diva, namun… saya tidak tahu. Saya tidak bisa berkomentar (tertawa).

Tengah malam nanti adalah ulang tahun Anda yang ke-25. Orang bilang "three"s a crowd," siapa dua orang yang ingin Anda ajak berpesta?
Skrillex dan Elite Gymnastics. Skrillex karena ia merupakan orang yang menyenangkan dan Elite Gymnastics karena ia adalah pacar saya (tertawa).

Apa kriteria konser ideal untuk Grimes?
Saya membutuhkan penari-penari di atas panggung, terutama Lafayette, she"s my main girl. Gelembung udara juga penting. Saya tidak suka minum alkohol, namun terkadang saya minum sebelum naik ke atas panggung. Kalau minum, penampilan saya selalu menjadi lebih baik karena berkurangnya rasa gugup. Tata lampu yang baik juga bisa membawa segalanya ke level baru.

Anda secara terang-terangan menunjukkan ketertarikan terhadap Totoro dan K-pop, terutama G-Dragon. Hubungan seperti apa yang Anda miliki dengan budaya pop dari benua Asia?
Saya tumbuh besar di Vancouver yang sekitar 50 persen penduduknya berbahasa Kanton. Tahun Baru Cina merupakan hari libur di sana. Selain itu, cukup banyak pula orang Jepang dan Korea. Jadi budaya Asia merupakan bagian yang besar dari masa kecil saya. Ketertarikan saya terhadap hal-hal berbau Asia tidak terasa aneh sampai saya memasuki budaya Amerika Serikat. Orang-orang bilang ke saya, "Anda terobsesi dengan budaya Asia!" Di Vancouver, itu normal… I guess (tertawa).

Apa hal Asia pertama yang Anda temui?
Saat saya masih duduk di kursi taman kanak-kanak, jika Anda tidak mempunyai kartu Sailor Moon, Anda tidak keren. Saya ingat kalau saya sempat berpikir, "Sial, saya tidak punya kartu Sailor Moon!" Sementara, perempuan-perempuan Jepang di sekolah saya punya banyak kartu Sailor Moon. Saya sempat menukar makanan dengan kartu Sailor Moon. Saya pikir itulah hal Asia pertama yang saya temui (tertawa).

Siapa karakter Sailor Moon kegemaran Anda?
Jupiter dan Pluto. Saya sangat menyukai Mars, dan saya harap saya bisa seperti Mars, namun kenyataannya saya seperti Jupiter (tertawa).


Editor's Pick

Related

Most Viewed

  1. 6 Musisi Yang Juga Ilustrator
  2. SORE Merekam Ulang Lagu Grup Fariz RM dan Erwin Gutawa
  3. Mundur dari Payung Teduh, Is: “Saya Enggak Egois”
  4. Kelompok Penerbang Roket Gelar Konser Istimewa di Gedung Kesenian Jakarta
  5. Gitaris Navicula dan Dialog Dini Hari Rilis Album Solo Perdana

Add a Comment